logo

bg-h4-whiteKolumnis


Sabtu, 23 May 2020 | 21:49

Mobil Klasik: Audi 100 1990. Transformasi Menjadi Audi A6 (Part 4).

Penulis : Andhika Pradityo
img1

img1

Dhika

Generasi keempat Audi 100 (C4) diluncurkan pada akhir tahun 1990. Tentu ini merupakan perubahan besar mengingat pada generasi sebelumnya terjadi kontroversi mengenai pedal gas yang bermasalah di pasar Amerika Serikat (AS). Dan pada generasi ini juga terjadi perubahan nama dari 100 menjadi A6. 

Sama seperti generasi sebelumnya, mobil ini hadir dengan format sedan dan wagon. Dari desain eksterior, 100 C4 ini berbeda sama sekali dengan generasi terdahulu. Jika pada generasi sebelumnya desainnya cenderung kaku dan konservatif, maka pada 100 C4 sedan empat pintu ini terlihat lebih luwes. Ini terlihat dari garis body kendaraan pada bagian moncong yang terlihat membulat. Komposisi lampu masih sama dengan generasi sebelumnya dengan desain yang sedikit berbeda. Sedangkan untuk bagian belakangnya, terdapat lampu belakang berbentuk persegi panjang yang didominasi oleh warna merah.

Mesin yang diusung oleh 100 C4 ini adalah bensin berkapasitas 2.800 cc SOHC 12 katup V6 bertenaga 172 hp. Pilihan lainnya adalah V6 berkapasitas 2.600 cc bertenaga 148 hp. Dan untuk mesin diesel pilihan barunya adalah unit TDI 5 silinder berkubikasu 2.500 cc yang bertenaga 114 hp. 

Peran Audi 200 pada generasi ini digantikan dengan Audi S4 atau lebih dikenal dengan nama Audi 100 S4 yang diperkenalkan pada tahun 1991. Jika Audi 200 dulunya adalah varian mewah dari 100, maka 100 S4 ini adalah varian peforma tinggi dari 100. Dan jika 200 memiliki desain yang sama sekali berbeda dengan 100, maka S4 ini mempunyai paras yang hampir sama dengan 100. Tapi desainer Audi melakukan sedikit ubahan agar sesuai dengan tema mobil sport yang diusung. 

Di balik kap mesinnya bersemayam jantung mekanis bensin 5 silinder berkapasitas 2.200 cc dilengkapi dengan turbocharged dan intercooler. Tenaga yang diproduksi adalah 227 hp dan torsi sebesar 350 Nm. Gearbox yang digunakan adalah manual 5 atau 6-percepatan. Tersedia juga pilihan transmisi otomatis 4-percepatan. Pihak Audi juga menawarkan mesin yang lebih gahar lagi melalui varian S4 Plus. Dapur pacu yang diusung tak tanggung-tanggung, yaitu V8 berkapasitas 4.200 cc menyemburkan tenaga 276 hp. S4 Plus ini hanya memiliki transmisi manual 6-percepatan.

Pada tahun 1995, bersamaan dengan perkenalan facelift pihak Audi menanggalkan nama 100 dan mengubahnya menjadi A6. Ini dikarenakan pabrikan mobil asal Jerman tersebut melakukan perombakan pada penamaan produk mereka. Dan ini juga terjadi pada produk lainnya, seperti Audi 80 yang berganti nama menjadi Audi A4. Dan nama A6 ini juga berlaku secara global. Jadi tidak ada perbedaan nama di sebuah negara seperti generasi-generasi sebelumnya. Audi 100 S4 juga mengalami perubahan nama menjadi Audi S6. Karena nama S4 digunakan untuk varian peforma tinggi dari A4. 


Kolumnis adalah fitur citizen journalism, setiap konten (teks, foto, video dan infografis) menjadi tanggung jawab kolumnis (penulis) itu sendiri. Redaksi Otojurnalisme.com tidak bertanggungjawab atas segala tuntutan dari pihak manapun atas konten yang ditayangkan oleh kolumnis.
SHARE THIS ARTICLE :

Profile

Dhika
dhika.otojurnalisme.com

pembaca, penulis, penggemar mobil, penggemar Stephen King, blogger. IG: dikarocks

Join Date : Rabu, 07/12/2016 14:25

Pojok Kolumnis


ARIPITSTOP
Aripitsto
OtoXplore
Otoxplore
Dhika
Dhika
Elang
Elang
Rilis
Rilis
Rider
Rider
ZonaVanza
Zonavanza
Otowheel
Otowheel

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter